Alasan Menetap di Blogger

By titikdua - Januari 07, 2025


Hai hai hai! 

So sorry, aku melanggar peraturan ngeblog 30 hari dengan melewatkan satu dua tiga empat hari sebelumnya. Ada sesuatu yang mendesak untuk kuselesaikan dan huffttt… energiku terperas. Sekarang 7 Januari; hari ketigaku baru kususun. Semoga aku berkenan memaafkan aku.

Sebelumnya aku telah menyinggung ingin pindah ngeblog di Medium tapiii… ga jadi. Alasannya aku ingin menambah jumlah tulisan di blog ini. Tulisan di sini terbilang masih sangat sedikit. Padahal sudah lama sejak pertama tulisanku terpublikasi. 2018 adalah tahun aku mengawali semuanya dan sekarang memasuki tahun ketujuh. Waktu itu aku masih mahasiswi (kira-kira) semester enam. Aku tertarik ngeblog setelah membaca Perjalanan Menemukan-nya Azure Azalea, sehingga tidak heran, gayaku bercerita agak padat nan kepuisi-puisian. Aku terpukau dengan karya beliau sampai ngotot (wkwk) ingin piawai menulis dengan manis sekaligus kritis seperti dia.

Lucunya, ketika aku bertemu dengan seorang lelaki yang menyukaiku—tentu, aku pun tertarik padanya, aku merasa tulisanku amat menggelikan. Aku malu berdiri di sampingnya. Dia skillful dalam urusan menulis. Aku sering bertanya-tanya mengapa takdir mendekatkan kami. Sementara aku tak sedikit pun merasa lebih baik dengan diriku.

Lantaran inspirasi ngeblog juga hadir dari membaca blog orang lain, kadang kuteruskan tautan blog itu kepada si crush. Kubandingkan diriku dengan orang lain di hadapannya. Kusampaikan bahwa aku tak ada apa-apanya. Sikapku barangkali membingungkan, namun—demi Tuhan—aku tak sanggup membendung rendah diri ini.

Kalau dipikir-pikir, aku di masa lalu (memang) bukan sociable person dan punya masalah inferioritas wkwkwkwk.

Oke oke, kita melangkah ke alasan lain mengapa blog ini tak kunjung kutinggalkan. Selain menambah tulisan, bagiku, ini adalah ruang bereksperimen dan berkembang. Di sinilah lab tempatku melakukan serangkaian percobaan. Mulai dari berkomunikasi dengan diriku (sebagai pembaca), berekspresi, hingga bercerita. Di awal ngeblog aku gemar meracik rindu, sendu, diriku, dan cerita-cerita lainnya. Saat ini tidak begitu berbeda. Aku masih menceritakan aku wkwk.

Kenapa kudu 30 hari sih (ga seminggu aja)? Idealnya yaa biar konsisten dalam jangka waktu lama. Sejujurnya, tantangan ngeblog ini diilhami oleh 30 hari bercerita ala Instagram. Bercerita di IG tuh bisa seru dan memorable. Pengin ikutan cuma prefer disiplin di blog dulu deh.

Alasan terakhir adalah aku ingin merawat blog ini. (Lagian, Blogger dan Medium sama kok. Sama-sama memfasilitasi kita buat nulis. Sesimpel itu haha).

Aku pikir, salah satu hal yang kusenangi dalam hidup adalah menulis. Memang, aku bukan orang yang menulis dengan baik secara rutin atau setiap harinya. Tetapi, sesuai tema yang kusinggung sebelumnya, “Aku Bukan Anak Ratu, Maka Aku Menulis,” harta yang bisa kugenggam adalah prosesku menulis. Aku tak perlu lahir dari rahim seorang yang bertakhta, rupawan, bergelar terpuji, dsb., namun aku bisa menulis. Aku bisa bersuara lewat tulisanku. Dengan menulis (di blog), aku tengah berupaya merawat suaraku (yang biasa-biasa saja).

Baiklah, kututup tulisan malam ini dengan mengucap hamdalah. See u~

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar