Hai hai hai!
So
sorry, aku melanggar peraturan ngeblog 30 hari dengan melewatkan satu dua
tiga empat hari sebelumnya. Ada sesuatu yang mendesak untuk kuselesaikan
dan huffttt… energiku terperas. Sekarang 7 Januari; hari ketigaku baru kususun.
Semoga aku berkenan memaafkan aku.
Sebelumnya
aku telah menyinggung ingin pindah ngeblog di Medium tapiii… ga jadi. Alasannya
aku ingin menambah jumlah tulisan di blog ini. Tulisan di sini terbilang masih
sangat sedikit. Padahal sudah lama sejak pertama tulisanku terpublikasi. 2018
adalah tahun aku mengawali semuanya dan sekarang memasuki tahun ketujuh. Waktu
itu aku masih mahasiswi (kira-kira) semester enam. Aku tertarik ngeblog setelah
membaca Perjalanan Menemukan-nya Azure Azalea, sehingga tidak heran, gayaku
bercerita agak padat nan kepuisi-puisian. Aku terpukau dengan karya beliau
sampai ngotot (wkwk) ingin piawai menulis dengan manis sekaligus kritis seperti
dia.
Lucunya,
ketika aku bertemu dengan seorang lelaki yang menyukaiku—tentu, aku pun
tertarik padanya, aku merasa tulisanku amat menggelikan. Aku malu berdiri di
sampingnya. Dia skillful dalam urusan menulis. Aku sering bertanya-tanya
mengapa takdir mendekatkan kami. Sementara aku tak sedikit pun merasa lebih
baik dengan diriku.
Lantaran
inspirasi ngeblog juga hadir dari membaca blog orang lain, kadang kuteruskan
tautan blog itu kepada si crush. Kubandingkan diriku dengan orang lain
di hadapannya. Kusampaikan bahwa aku tak ada apa-apanya. Sikapku barangkali
membingungkan, namun—demi Tuhan—aku tak sanggup membendung rendah diri ini.
Kalau
dipikir-pikir, aku di masa lalu (memang) bukan sociable person dan punya
masalah inferioritas wkwkwkwk.
Oke
oke, kita melangkah ke alasan lain mengapa blog ini tak kunjung kutinggalkan. Selain
menambah tulisan, bagiku, ini adalah ruang bereksperimen dan berkembang. Di
sinilah lab tempatku melakukan serangkaian percobaan. Mulai dari berkomunikasi
dengan diriku (sebagai pembaca), berekspresi, hingga bercerita. Di awal ngeblog
aku gemar meracik rindu, sendu, diriku, dan cerita-cerita lainnya. Saat ini
tidak begitu berbeda. Aku masih menceritakan aku wkwk.
Kenapa
kudu 30 hari sih (ga seminggu aja)? Idealnya yaa biar konsisten dalam jangka
waktu lama. Sejujurnya, tantangan ngeblog ini diilhami oleh 30 hari bercerita ala
Instagram. Bercerita di IG tuh bisa seru dan memorable. Pengin ikutan cuma
prefer disiplin di blog dulu deh.
Alasan terakhir adalah aku ingin merawat blog ini. (Lagian, Blogger dan Medium sama kok. Sama-sama memfasilitasi kita buat nulis. Sesimpel itu haha).
Aku pikir, salah satu hal yang kusenangi
dalam hidup adalah menulis. Memang, aku bukan orang yang menulis dengan baik secara
rutin atau setiap harinya. Tetapi, sesuai tema yang kusinggung sebelumnya, “Aku
Bukan Anak Ratu, Maka Aku Menulis,” harta yang bisa kugenggam adalah prosesku menulis.
Aku tak perlu lahir dari rahim seorang yang bertakhta, rupawan, bergelar terpuji,
dsb., namun aku bisa menulis. Aku bisa bersuara lewat tulisanku. Dengan menulis
(di blog), aku tengah berupaya merawat suaraku (yang biasa-biasa saja).
Baiklah, kututup tulisan malam ini dengan mengucap hamdalah. See u~

0 komentar