Ulasan Buku Ninit Yunita - Mari Lari

By titikdua - Mei 10, 2018


Perkenankan saya memulai ulasan ini dengan bertanya, “Kapan kali pertama kamu merasa sesuatu dalam dirimu terbakar?”

Adalah Rio, seorang putra tunggal pasangan atlet maraton yang selama 28 tahun kehilangan motivasi intrinsiknya dalam menjalani hidup. Sejak kecil, Rio jumpalitan dalam mengikuti bermacam-macam kegiatan ekstrakurikuler. Sang ibu dengan sepenuh hati menanggung biaya bagi tumbuh kembang sang anak. Namun Tio sebagai ayah, justru terpaksa mengusir Rio dari rumah. Pijakan kaki sang anak makin goyah, arah langkahnya tak menentu.

Rio menelan dan menaruh kecewa yang dalam pada dirinya sendiri. Terlebih sebab tak pernah menyelesaikan sesuatu yang sudah ia mulai.

Sudah lama saya tidak membaca novel dengan klimaks yang disajikan di bagian awal cerita itu sendiri. Tema tentang self improvement yang ditawarkan sangat cocok bagi mereka yang rentan hilang rasa percaya dirinya (seperti saya, ups!). Hal ini memantik rasa penasaran pembaca dan tentu menjadi nilai tambah buat penulis. Kepiawaian Mbak Ninit dalam memilin alur maju mundur membuat saya ketagihan pun tidak lupa menikmati sajian guyonan yang “gue banget” di dalamnya.

Ada pula Annisa dengan segenap pesonanya sebagai perempuan. Berharap akan menemukan seorang yang tepat, “Cowok itu cowok banget ketika dia tahu kelebihan dia apa dan pede dengan kelebihannya, tapi gak sombong. Tapi dia juga tahu kekurangan dia apa dan dia humble karena itu.” (hal. 64)

Kisah ini tak kalah menarik saat Rio berhasil “merasa terbakar” untuk kali pertama dalam hidupnya. Setelah sekian lama dan Rio berjanji akan membayar tiap kealpaan itu. Ya, dengan berlari, meski terlambat untuk memulai. Like he steps up his game and in the end it’s awesome.

Ini yang Tio ingin lihat. Bukan kesuksesan anak, melainkan semangat anak untuk mencapai kesuksesan. (hal. 116)

Almost forget, novel tahun 2014 ini (ternyata) sudah difilmkan. Kamu mau baca atau nonton, terserah saja.

Mari lari, sependek apapun jarak tempuh. Jangan melulu berdiam diri, cayooo!

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar