Tuhan dan kematian tidak pernah tidur. Kita penakut yang meninabobokkan Tuhan dan kematian di tengah kesementaraan, saat betapa mudahnya kita melukai apa atau siapa saja. Ketika perasaan pun bisa silap memandang kesenangan akan berlangsung selalu.
Tuhan dan kematian tidak pernah tidur. Kita pengemis yang meninabobokkan Tuhan dan kematian dengan meminta belas kasih di masa sulit. Sewaktu wujud diberi, kita melupakan dan berjanji akan kembali lagi nanti.
Tuhan dan kematian tidak pernah tidur. Diselimutinya Adam dan Hawa oleh waktu. Kita sibuk menerka-nerka perihal manisnya surga untuk diri sendiri dan pedihnya neraka untuk yang lain.

0 komentar