Di
sela-sela jungkir balik mengerjakan draf proposal. Adanya aplikasi game
atau permainan dalam gawai, membuat saya cukup terhibur. Bahkan kadang ketika
nyaris lolos menuju level berikutnya, perasaan berdebar itu hinggap benar di
dada. Hal yang rupanya tidak saya dapati ketika bermain pada aplikasi ‘onet’
atau ‘gaple’.
Bukan
hanya itu, setelah mengunduh lalu memainkan ‘jewel crush’ dan ‘color
bump 3D’. Semangat untuk naik ke level berikutnya seperti tidak mau habis.
Kedua aplikasi tersebut seolah dirancang agar pemain tidak mudah berputus harap
pada kegagalan dan tertantang untuk terus mencoba.
Selain
buku, akhir-akhir ini saya menemukan aplikasi game sebagai sebuah candu
yang lain. Ketika sebagian orang menganggap bermain melalui gawai sama dengan
buang-buang waktu. Saya justru terkejut saat berada di level permainan yang
jauh dan sedang berusaha untuk menyelesaikannya. Kendati tak ada siapa pun yang
menyaksikan saya berada di tahap itu, toh rasa-rasanya saya tidak mau berhenti.
Saya seolah melatih kesabaran diri. Entah pada akhirnya kesabaran itu bertambah
atau malah berkurang banyak.
Jika
besok-besok saya masih saja bermain, maka itu boleh jadi karena sudah telanjur
nyaman atau hanya sekadar pelampiasan. Hidup sewaktu-waktu hanya perlu sesantai
memainkan game, bukan?
0 komentar