Untuk Salah Paham yang Sudah

By titikdua - Desember 18, 2018

Hari itu salah paham lahir diam-diam, di antara kita. Dengan cara yang tidak kita pahami jua, ia tumbuh seiring berjalannya waktu. Entah siapa yang menanam bibit terlebih dulu. Belakangan kita kian berlomba menyemainya perlahan, di tempat yang nyatanya tandus oleh curiga dan hasrat untuk menjadi yang paling baik. Betapa salah paham telah membentangkan jarak dan seolah kita pun lupa tentang apa itu tujuan bersama.

Hari itu salah paham menggagahkan dirinya. Tidak lagi diam-diam. Kulihat di tegak langkah kaki ini, salah paham menjadi tumpuan. Di antara ruas jari itu, salah paham mengandung dendam yang siap menerjang kapan saja. Pada lisan yang kerap menganggap kata-kata bukan sesuatu yang percuma, salah paham akan bicara. Mungkin lantang, mungkin setengah tidak tenang.

Segala salah yang kita pahami: telah berhasil tumbuh, telah kita semai sedemikian banyak. Di antara keakraban yang pernah erat atau bahkan tak pernah rapat. Jujur dan maafkanlah. Jujurlah pada diri sendiri, jujurlah pada orang lain. Begitu juga memaafkan. Ketakutan untuk mengakui adalah bumerang, kapan pun sanggup datang menyerang. Maka demikian, salah paham kita sudahi. Semestinyalah kita saling rangkul kembali. 


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar