Yang Kalah, Semoga Tidak Lelah Menghibur Diri Sendiri

By titikdua - Juli 02, 2020

Ketika mengalami masa-masa sulit dalam hidup, yang membuat seseorang tetap bertahan tentu karena alasan-alasan. Barangkali dari alasan mendengarkan lagu, membaca ulang buku puisi yang sudah ditamatkan, mendengar murattal, menghubungi sahabat, menonton film komedi atau motivasi, atau alasan apa pun itu. Satu yang disadari bahwa alangkah mudahnya perasaan terbolak-balik dan hidup hanya akan terus berlanjut.

Kemudian berkat lagu Rehat dan Sulung dari Kunto Aji, Mengunci Ingatan dan Taifun oleh Barasuara, Evakuasi dan Evaluasi-nya Hindia, untuk hati yang terluka. karya Isyana Sarasvati, I can still survive until now. Saya merasa bahwa saya sungguh tidak sendiri. Saya tidak sendirian hidup dan mengalami segenap komplikasi batin ini. Orang-orang di luar sana yang memilih bertahan dan menjadikan emosi negatifnya menjadi karya adalah juga yang berjuang mengendalikan diri. Ya, diri yang kerap sulit ditebak apa maunya serta entah bagaimana rasa dan pikir pun tidak sejalan. Betapa tidak gampang menghadapi diri sendiri, bukan?

Hmm, baiklah. Untuk diriku, kuucapkan mari kita coba lagi hari ini. Kita coba bertahan. Kita coba berjuang. Kita coba tenang. Kita coba bersabar. Kita coba berharap segala yang baik. Kita coba berdoa dan berserah. Kita coba menerima. Kita coba melepaskan. Kita coba belajar. Kita coba memahami. 

Kita coba melanjutkan hidup.


  • Share:

You Might Also Like

2 komentar