Ada
kalanya rindu membuat seseorang begitu lelah. Tidak ada yang tahu betul
bagaimana sebenarnya ia bekerja. Pertemuan telah tunai namun rindu rupanya akan
datang lagi. Ia senang mewujud dalam hal lain. Terlebih ingatan tentang waktu
yang baru tadi:
Pada
gugup dan canggung nama orang yang disebut pertama kali—setelah sekian lama;
Pada
aroma musk yang tinggal di pakaianmu;
Pada
pesanan minuman yang sama;
Pada
basa-basi hingga bicara serius;
Pada
perasaan ingin tahu—siapa yang berhasil menyeberangi samudranya hatimu;
Pada
caramu menyembunyikan duka di balik senyum yang selalu menawan;
Pada desir halus darah di jantungku;
Pada
tandas isi gelas minuman;
Pada
lengang kafe dan sejuk udaranya;
Pada
sebelah tanganmu yang menopang dagu;
Pada
lantunan lagu indie favoritku;
Pada
lembayung senja;
Pada
sebagian harap cemas agar sebaiknya waktu tidak berjalan lebih cepat;
Pada
bagaimana pertemuan itu kita akhiri dengan berswafoto
Dan
berkata...
“sampai
jumpa.”