Seseorang pernah berteriak begitu lirih karena takut yang dimilikinya saat ini lepas. Suaranya tenggelam dan tak sempat menyentuh ingatanmu yang kapan saja bisa berkelana ke masa lalu. Barangkali ini serupa fiktif; ia tengah dikepung badai rindu dan setengah mati memohon pertolongan.
Setelah berusaha meredam ingar-ingar perasaan itu, ia menjadi skeptis: pada apa pun. Percuma. Keadaan di luar diri yang memburuk itu bukan salah diri semata. Toh juga ada banyak hal yang tak bisa dicegah oleh hanya diri sendiri.
Woman thinks he will change, but he won't. Man thinks she won't leave, but she will.
- Anonymous
Begitulah dua raga yang pernah saling menitip harap. Perasaan nyaman yang sebentar itu boleh jadi bahaya paling malang. Maka tidak keliru bila adagium lain bersuara, jatuh cinta adalah patah hati yang tertunda.
Seseorang itu sampai pada pengertian bahwa sebaik-baik harapan pada makhluk di bumi adalah serendah-rendahnya, bukan selangit-langitnya. Karena bagaimana pun, hidup senantiasa dipenuhi oleh yang sementara saja.
