Amat
berat mengucapkan selamat tinggal pada waktu yang memberi kesempatan untuk
hidup sejauh ini. Penyesalan sebagaimana air mata, melulu tiba atau jatuh di
akhir simpulan penafsiran. Padahal jauh-jauh kita tahu, sebaik-baik hasil
adalah seberapa keras jerih payah. Padahal di antara kita, yang paling baik
adalah yang memaksimalkan tebaran manfaat.
Kenapa
begitu terlambat mengupayakan kebaikan-kebaikan, wahai diri? Mengapa
terbiasa menunggu alih-alih melangkah maju?
Mendiamkan
kebenaran katanya, termasuk sebuah kejahatan. Sudah berapa lama kata-kata diam
dan pura-pura tidak tahu-menahu? Seburam inikah pandangan hati dilapisi pongah
yang busung tegapkan dada?
Lekas-lekas
beri jatah pelukan erat untuk pendar harapan di sekeliling kita. Sebelum sesal kian
tebal menggulung riwayat diri yang sebentar.
